Sabtu, 21 Juni 2014

OBAT TRADISIONAL SEBAGAI IMMUNOMODULATOR



           MAKALAH OBAT TRADISIONAL
WHITE HEALTHY TEA DENGAN KANDUNGAN KENCUR (Kaempferia galanga
(
Linn.)) SEBAGAI IMMUNOMODULATOR
 
  




Oleh:
Ardianti                        (201010410311007)
Mufida                         (201110410311001)
Riskika Yuliatantri          (201110410311016)
Siti Karlina                     (201110410311038)
Fransiska Dwidinda       (201110410311028)
Silvia Riska Pratiwi         (201110410311158)





            PROGRAM STUDI FARMASI
             FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
2014



BAB I
PENDAHULUAN
A.     Latar Belakang
Seiring dengan semakin berkembangnya pemahaman mengenai respon imun tubuh dalam menghadapi infeksi maupun penyakit lain, makin berkembang pula penelitian mengenai komponen yang dapat mempengaruhi respon imun tersebut. Adanya pengetahuan mengenai bagaimana sel berkomunikasi (berinteraksi) memungkinkan kita untuk mengembangkan cara memanipulasi jalur komunikasi tersebut. Bahan-bahan yang dapat memodulasi sistimimun tubuh dikenal sebagai imunomodulator.Imunomodulator ini terdiri atas imunostimulator,imunorestorasi, dan imunosupresi. Secara klinis imunomodulator digunakan pada pasien dengan gangguan imunitas, antara lain pada kasus keganasan, malnutrisi, alergi, HIV/AIDS,  dan lain-lain.
Saat ini kita mengenal berbagai bahan yang dinyatakan dapat meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit yang disebut sebagai imunostimulator. Imunomodulator adalah agen yang memengaruhi (melemahkan atau menguatkan) responimunitas. Imunomodulator yang menekan respon imunitas (imunosupresan) biasanya digunakan dalam transplantasi organ untuk mengurangi penolakan terhadap organ baru. Herbal tertentu seperti ginseng, madu dll dapat menjadi imunomodulator alami yang menguatkan respon imunitas (imunoterapi, imunostimulan).
Bahan-bahan herbal yang digunakan sebagai imunostimulator antara lain Kaempferia Galanga L atau sering dikenal dengan kencur. Kencur merupakan salah satu jenis tanaman obat yang termasuk dalam suku temu-temuan. Kencur disebut sebagai tanaman obat karena rimpang tanaman ini berkhasiat bagi kesehatan tubuh dan kecantikan. Kencur mengandung minyak atsiri (0,02 %) berupa sineol asam metil kanil dan penta dekaan, ethyl aster, asam sinamic, borneol, asam cinnamic, kamphene, asam anisic, paraeumarin, alkaloid dan gom, mineral (13,73 %), dan pati (4,14 %).
Sejalan dengan meningkatnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai kesehatan,produksi dan konsumsi berbagai bahan ini jugameningkat. Saat ini di Indonesia beredar ratusan produk berbahan herbal baik dari dalam maupun luar negeri. Produk-produk tersebut terdaftar sebagai obat tradisional dan suplemen makanan. Namun produksi tersebut saat ini sudah menjamur dikalangan masyarakat. Untuk menghindari reaksi kejenuhan produk pada masyarakat, saat ini obat herbal dikemas dalam produk lain yakni teh herbal.
Teh herbal sering dikonsumsi sebagai single tea atau umumnya dikombinasi dengan berbagai bahan dan memiliki formula tertentu. Untuk teh herbal pada kegiatan ini akan dikombinasi dengan berbagai bahan alam, dimana akan dikemas ke dalam formulasi teh herbal sebagai imunomodulator. Formulasi tersebut adalah kombinasi dari daun teh sebagai eksipien dan pemberi warna teh, jahe sebagai Corrigent, dan Kencur sebagai adjuvant.
Dengan perpaduan formulasi pada teh herbal tersebut, diharapkan ramuan herbal lebih digemari lagi di kalangan masyarakat dan pemberian bahan tambahan selain bahan aktif (kencur) dapat menunjang khasiat dari Kaempferia Galanga L sebagai imunomodulator atau peningkat daya tahan tubuh.


B.     Tujuan
1.      Untuk memberikan efek imunomodulator pada tubuh dan sebagai penghangat tubuh.
2.      Dapat mengembangkan formulasi teh herbal atau medicinal tea yang dibuat sendiri.
3.      Dapat memberikan pengobatan herbal secara praktis dan efisien.
4.      Dapat meningkatkan minat masyarakat untuk mengkonsumsi produk herbal yang berbahan aktif Kaempferia Galanga L, khususnya pada produk teh herbal.





BAB II
FORMULA
A.     Komposisi
1.      Daun Teh sebagai eksipien dan pemberi warna pada teh.
a.       Khasiat
· Melawan radikal bebas.
· Dapat meningkatkan kemampuan tubuh untuk membakar lemak.
· Dapat membantu penderita diabetes untuk memproses gula lebih baik lagi, sehingga khasiat teh akan sangat baik untuk membantu penderita diabetes tipe 2.
· Catechin yang terkandung dalam teh tersebut akan sangat baik untuk mencegah tekanan darah tinggi, mengurangi kadar kolesterol yang ada dalam darah dan juga dapat meningkal radikal bebas. Selain itu, catechin juga dapat mengurangi resiko untuk terserang penyakit kardiovascular.
· Membantu mencegah tumbuhnya karied pada gigi dan juga khasiat teh dapat memperkuat gigi.
2.      Jahe sebagai corrigent.
a.       Khasiat
·      Meredakan sakit kepala dan migrain
·      Sebagai Obat Anti Mabuk Kendaraan
·      Meredakan masalah perut (Pencernaan)
·      Kontrol kadar gula darah
·      Meningkatkan kekebalan Tubuh
·      Mengatasi masalah tenggorokan
·      Anti inflamasi
·      Mencegah kanker usus besar
·      Melindungi kesehatan jantung
·      Mengobati Alergi
·      Meredakan flu
·      Mengoptimalkan Sirkulasi darah

3.      Kencur sebagai adjuvant.
a.       Khasiat
Penambah daya tahan tubuh
Dari penelitian terdahulu telah dibuktikan bahwa rimpang kencur memberikan efek analgesic/pegel linu. Pegel linu dapat diartikan sebagai rasa nyeri. Nyeri selalu menyertai setiap penyakit sehingga penderita merasa terteka, tak berdaya dan selalu ingin bebas darinya. Kandungan analgesic pada kencur terdapat pada hasil isolasi dari Kristal Etil parametoksi sinamat yang merupakan komponen terbanyak dalam bentuk bebas.
·    ObatBatuk
Ambil beberapa buah kencur, kupas kulitnya, dan parut. peras, ambil sarinya dan saring. tambahkan sedikit madu dan bubuhkan beberapa tetes air jeruk nipis. Minum 3 kali sehari sampai batuk menghilang. Resep ini lebih diutamakan jika diminum saat penyakit belum parah.
·    Keseleo
Ambil satu rimpang kencur dan beras yang sudah direndam air. Lumatkan kedua bahan dengan air secukupnya. tambahkan minyak kayu putih atau parem. olesakan atau gosokan pada bagian yang keselo. bisa juga dengan menempelkan ramuan yang elah dihaluskan tersebut kebagain yang sakit, lalu balut dengan kain kasa.
·    Beraskencur
Di kalangan masyarakat jawa. dipaduh dengan saripatih beras, kencur diolah menjadi minuman penyegar bernama beras kencur yang bisa menghilangak pegal-pegal dan menyegarkan badan. Minuman ini banyak dijual dipasar tradisonal dan penjajah jamu keliling. Sekarang, kita dapat dengan mudah membeli beras kencur tampa harus bersusah payah memebuatnya sendiri. Misalnya dalam bentuk cair dan siap konsumsi, atau bubuk yang siap seduh. Jika ingin membuat sendiri dirumah, caranya muda. siapkan beras dan kencur sesuai kebutuhan. Jika menginkan rasa dan aroma yang berbeda, tambahkan dengan bahan-bahan lain. Biasanya bahan-bahan lain yang dibubuhkan antara lain: Biji kedaung, rimpang jahe, biji kapulogo, asam jawa, kayu keningar, kunyit, jeruk nipis, atau buah pala. Untuk pemanis, digunakan gula merah, dicampur gula putih atau gula batu.

B.     Pengambilan Bahan
Per sachet mengandung
1.      Daun teh               : 0,75 gram
Dikeringkan sampai sampai kering dan memenuhi standar untuk bisa diseduh.
2.      Jahe                      : 0,50 gram
Digiling menjadi butiran-butiran halus, lalu dikeringkan ditempat yang tidak berangin, hingga bubuk kering.
3.      Kencur                  : 0,50 gram
Digiling menjadi butiran-butiran halus, lalu dikeringkan ditempat yang tidak berangin, hingga bubuk kering.


C.     Alat dan Bahan
Alat
-          Loyang/ nampan, keranjang plastik
-          Sendok
-           wajan dan alat penggoreng
-          Oven
-          blender
-          Kemasan
-          Kertas tea bag
Bahan
-          Daun teh hijau dan teh putih
-          Rimpang Jahe yang telah dipotong-potong
-          Rimpang Kencur yang telah dipotong-potong
D.     Cara Pembuatan
1.      Bahan dicuci dengan air bersih agar bebas dari kotoran, tanah dan debu yang menempel. Hal ini penting dikarenakan kotoran dapat mempengaruhi khasiat yang terkandung dalam bahan baku tersebut. Pencucian dapat dilakukan sesuai dengan kebutuhan. Setelah dicuci, bahan dapat ditiriskan dalam wadah keranjang yang berlubang agar airnya dapat menetes kebawah.

2.      Kemudian dirajang. Perajangan bertujuan untuk mempercepat proses pengeringan. Sebaiknya bahan dirajang dengan pisau tajam yang berbahan stainless steel. Kemudian bahan hasil rajangan disimpan dalam wadah yang bersih.

3.      Rajangan bahan-bahan yang akan dibuat dikeringkan. Pengeringan bertujuan agar mengurangi  kadar air, mempertahankan daya fisiologis bahan serta mengawetkan dan mempertahankan kualitas produk. Pengeringan dengan cara diangin-anginkan pada suhu kamar atau dengan menggunakan oven. Pengeringan rajangan bahan dengan bantuan matahari biasanya dilakukan dengan lama waktu antara 3-5 hari atau kadar airnya dibawah 8 %.

4.      Kemudian setiap pahan di blender secara kasar.

5.      Lalu bahan ditimbang untuk pengemasan setiap isi tea bag.

-          Kencur              : 0,50 g
-          Jahe                   : 0,50 g
-          Teh hijau           : 0,40 g
-          Teh putih           : 0,35 g
6.      Bahan yang telah ditimbang dimasukkan ke dalam tea bag untuk dilakukan pengemasan. Setelah itu dimasukkan dalam kemasan box the herbal dimana dalam satu box teh herbal berisi 5 tea bags white heathy tea. Produk siap dipasarkan untuk dikonsumsi.
BAB III
TINJAUAN PUSTAKA
3.1  Imunomodulator
Sistem imun tubuh terdiri dari banyak komponen. Semua komponen tersebut akan bekerja secara serentak manakala tubuh mendapatkan serangan dari penyakit yang berasal dari luar tubuh maupun dari dalam tubuh kita sendiri. Sistim imun dibagi atas dua jenis, yaitu sistim imun kongenital atau nonspesifik dan sistim imun didapat atau adaptive atau spesifik. Mekanisme pertahanan tubuh oleh sistim imun kongenital bersifat spontan, tidak spesifik, dan tidak berubah baik secara kualitas maupun kuantitas bahkan setelah paparan berulang dengan patogen yang sama. Sedangkan sistim imun didapat muncul setelah proses mengenal oleh limfosit (clonal selection), yang tergantung pada paparan terhadap patogen sebelumnya. Adanya sistim imun kongenital memungkinkan respon imun dini untuk melindungi tubuh selama 4-5 hari, yang merupakan waktu yang diperlukan untuk mengaktivasai limfosit (imunitas didapat). Mekanisme pertahanan tubuh ini dibagi atas 3 fase :
1. Immediate phase, ditandai oleh terdapatnya komponen sistim imun kongenital (makrofag dan neutrofil), yang beraksi langsung terhadap patogen tanpa diinduksi. Jika mikroorganisme (m.o) memiliki molekul permukaan yang dikenali oleh fagosit (makrofag dan neutrofil) sebagai benda asing, akan diserang atau dihancurkan secara langsung. Bila m.o dikenali sebagai antibodi, maka protein komplemen yang sesuai yang berada diplasma akan berikatan dengan m.o, kompleks ini kemudian dikenal sebagai benda asing oleh fagosit dan kemudian diserang atau dihancurkan.
2. Acute-phase proteins atau early phase, muncul beberapa jam kemudian, diinduksi, tetapi masih bersifat nonspesifik, timbul bila fagosit gagal mengenal m.o melalui jalur diatas. M.o akan terpapar terhadap acute-phase proteins (APPs) yang diproduksi oleh hepatosit dan kemudian dikenali oleh protein komplemen. Kompleks m.o, APPs, dan protein komplemen kemudian dikenali oleh fagosit dan diserang serta dihancurkan.
3. Late phase, merupakan respon imun didapat timbul 4 hari setelah infeksi pertama, ditandai oleh clonal selection limfosit spesifik. Pada fase ini dibentuk molekul dan sel efektor pertama.

Mempertahankan kekebalan tubuh diperlukan agar tubuh senantiasa sehat. Meningkatkan dengan menjaga pola hidup sehat, yaitu istirahat/tidur yang cukup, konsumsi makanan bergizi yang mengandung vitamin dan mineral, dan bila perlu menggunakan imunomodulator. Imunomodulator adalah imunostimulasi atau imunopotensiasi, yaitu cara memperbaiki fungsi sistem imun tubuh dengan menggunakan bahan yang merangsang atau meningkatkan kerja sistem tersebut.

Imunomodulator merupakan senyawa tertentu yang dapat meningkatkan mekanisme pertahanan tubuh baik secara spesifik maupun non spesifik, dan terjadi induksi non spesifik baik mekanisme pertahanan seluler maupun humoral. Pertahanan non spesifik terhadap antigen ini disebut paramunitas, dan zat berhubungan dengan penginduksi disebut paraimunitas. Induktor semacam ini biasanya tidak atau sedikit sekali kerja antigennya, akan tetapi sebagian besar bekerja sebagai mitogen yaitu meningkatkan proliferasi sel yang berperan pada imunitas. Sel tujuan adalah makrofag, granulosit, limfosit T dan B, karena induktor paramunitas ini bekerja menstimulasi mekanisme pertahanan seluler. Mitogen ini dapat bekerja langsung maupun tak langsung misalnya melalui sistem komplemen atau limfosit, melalui produksi interferon atau enzim lisosomal untuk meningkatkan fagositosis mikro dan makro . Mekanisme pertahanan spesifik maupun non spesifik umumnya saling berpengaruh. Dalam hal ini pengaruh pada beberapa sistem pertahanan mungkin terjadi, hingga mempersulit penggunaan imunomodulator.

Terdapat 2 jenis Imunomodulator yaitu Imunomodulator sintesis dan imunomodulator alam. Imunomodulator sintesis adalah seperti Isoprinosin, Levamisol, Vaksin BCG dan banyak lagi. Penggunaan imunomodulator sintetik ini mempunyai beberapa kekurangan seperti mengakibatkan reaksi alergi dan hipersensitivitas pada sesetengah orang. Ia juga dapat mengakibatkan efek samping yang tidak diinginkan. Dengan ini, adalah lebih aman jika digunakan imunomodulator alami karena efek samping darinya juga lebih ringan dibanding dengan imunomodulator sintetik.
Penggunaan tanaman sebagai obat setelah diketahui mengandung antioksidan alami serta dapat meningkatkan aktivitas sistem imun. Terjadi peningkatan dalam dekade terakhir pada manusia karena penggunaan tanaman sebagai obat merupakan suatu pendekatan yang aman dan alami untuk mengobati penyakit. Menurut WHO, imunomodulator haruslah memenuhi persyaratan berikut: secara kimiawi murni atau dapat didefinisikan secara kimia, secara biologik dapat diuraikan dengan cepat, tidak bersifat kanserogenik atau ko-kanserogenik, baik secara akut maupun kronis tidak toksik dan tidak mempunyai efek samping farmakologi yang merugikan serta tidak menyebabkan stimulasi yang terlalu kecil ataupun terlalu besar. Hal ini sesuai dengan Imunomodulator alami, yang tidak bersifat toksik, tidak memilii efek samping farmakoogi yang merugikan .Berbagai tanaman diketahui memiliki aktivitas sebagai imunomodulator di antaranya adalah   Kaempferia Galanga L.
3.2  Kencur
Sebenarnya kencur bukanlah asli tanaman Indonesia, diyakini berasal dari India, namun demikian penyebaran kencur telah merambah ke seluruh Asia sejak lama. Di Indonesia, kencur memiliki beragam nama, Kencur (Indonesia, Jawa), Cikur (Sunda), Ceuko (Aceh); Kencor (Madura), Cekuh (Bali), Kencur, Sukung (Minahasa); Asauli, sauleh, soul, umpa (Ambon), Cekir (Sumba). Dari sinipun sebenarnya kita dapat menarik kesimpulan, bahwa kencur banyak dikenal dimasyarakat kita yang pastinya kaya akan manfaat dan khasiat.

Kencur memiliki aroma yang lebih lembut dibandingkan dengan temu – temuan yang lain. Tanaman ini tumbuh merumpun dengan sosok tanaman yang kecil seolah – olah tidak memiliki batang padahal kalau kita perhatikan dengan seksama kencur memiliki batang semu walaupun pendek. Daunnya banyak dengan berbentuk bulat melebar dan  ujung yang mengecil  dengan warna hijau gelap yang nampak segar.

Kencur mengandung minyak astiri dan alkaloid. Senyawa ini berfungsi sebagai stimulant.
Kandungan tersebut terletak pada hasil isolasi dari kristal etil parametoksi sinamat yang merupakan komponen terbanyak dalam bentuk bebas. Komponen tersebut dapat mereduksi rasa nyeri pada tubuh atau yang sering dikenal dengan pegal linu, akibat dari turunnya daya tahan tubuh.

Kencur juga bisa digunakan sebagai tonikum. Pada anak anak bagus untuk menambah nafsu makan. Kandungan kimia Kencur  yang terdapat di dalam rimpang kencur adalah pati (4,14%), mineral (13,73%), dan minyak astiri (0,02%) berupa sineol, asam metal kanil dan penta dekaan, asam cinnamic, ethyl aster, asam sinamic, borneol, kamphene, paraeumarin, asam anisic, alkaloid. tanamanyang memiliki nama latin Kaempferia galanga atau populer dikenal dengan kencur bisa digunakan untuk beragam pengobatan, salah satunya untuk mengusir diare yang membandel.
3.3  Jahe
Jahe (Zingiber officinale), adalah tanaman rimpang yang sangat populer sebagai rempah-rempah dan bahan obat. Rimpangnya berbentuk jemari yang menggembung di ruas-ruas tengah. Rasa dominan pedas disebabkan senyawa keton bernama zingeron. Jahe termasuk suku Zingiberaceae (temu-temuan). Nama ilmiah jahe diberikan oleh William Roxburgh dari kata Yunani zingiberi, dari Bahasa Sanskerta, singaberi.
Batang jahe merupakan batang semu dengan tinggi 30 hingga 100 cm. Akarnya berbentuk rimpang dengan daging akar berwarna kuning hingga kemerahan dengan bau menyengat. Daun menyirip dengan panjang 15 hingga 23 mm dan panjang 8 hingga 15 mm. Tangkai daun berbulu halus. Bunga jahe tumbuh dari dalam tanah berbentuk bulat telur dengan panjang 3,5 hingga 5 cm dan lebar 1,5 hingga 1,75 cm. Gagang bunga bersisik sebanyak 5 hingga 7 buah. Bunga berwarna hijau kekuningan. Bibir bunga dan kepala putik ungu. Tangkai putik berjumlah dua.
Rimpang jahe dapat digunakan sebagai bumbu masak, pemberi aroma dan rasa pada makanan seperti roti, kue, biskuit, kembang gula dan berbagai minuman. Jahe juga dapat digunakan pada industri obat, minyak wangi, industri jamu tradisional, diolah menjadi asinan jahe, dibuat acar, lalap, bandrek, sekoteng dan sirup. Dewasa ini para petani cabe menggunakan jahe sebagai pestisida alami. Dalam perdagangan jahe dijual dalam bentuk segar, kering, jahe bubuk dan awetan jahe. Disamping itu terdapat hasil olahan jahe seperti: minyak astiri dan kerosin yang diperoleh dengan cara penyulingan yang berguna sebagai  bahan pencampur dalam minuman beralkohol, es krim, campuran sosis dan lain-lain. Adapun manfaat secara pharmakologi antara lain adalah sebagai karminatif (peluruh kentut), anti muntah, pereda kejang, anti pengerasan pembuluh darah, peluruh keringat, anti inflamasi, anti mikroba dan parasit, anti piretik, anti rematik, serta merangsang pengeluaran getah lambung dan getah empedu.
Kerajaan:
(tidak termasuk)
(tidak termasuk)
Ordo:
Famili:
Genus:
Spesies:
Z. officinale
Zingiber officinale
Roscoe[1]




3.4  Daun Teh
Teh adalah minuman yang mengandung kafein, sebuah infusi yang dibuat dengan cara menyeduh daun, pucuk daun, atau tangkai daun yang dikeringkan dari tanaman Camellia sinensis dengan air panas. Teh yang berasal dari tanaman teh dibagi menjadi 4 kelompok: teh hitam, teh oolong, teh hijau, dan teh putih. Dan yang digunakan dalam pembuatan teh herbal ini adalah teh hijau dan teh putih.
Teh juga merupakan sumber alami dari kafein, teofilin dan antioksi dan dengan adanya kadar lemak, karbohidrat atau protein mendekati nol persen. Teh bila diminum terasa sedikit pahit yang merupakan kenikmatan tersendiri dari teh.
Teh bunga dengan campuran kuncup bunga melati yang disebut teh melati atau teh wangi melati merupakan jenis teh yang paling populer di Indonesia. Konsumsi teh di Indonesia sebesar 0,8 kilogram per kapita per tahun masih jauh di bawah negara-negara lain di dunia, walaupun Indonesia merupakan negara penghasil teh terbesar nomor lima di dunia.
Teh dikelompokan berdasarkan cara pengolahan. Daun teh Camellia sinensis segera layu dan mengalami oksidasi kalau tidak segera dikeringkan setelah dipetik. Proses pengeringan membuat daun menjadi berwarna gelap, karena terjadi pemecahan klorofil dan terlepasnya unsur tanin. Proses selanjutnya berupa pemanasan basah dengan uap panas agar kandungan air pada daun menguap dan proses oksidasi bisa dihentikan pada tahap yang sudah ditentukan.
Dasar utama pengolahan teh adalah pemanfaatan oksidasi senyawa polifenol yang ada di dalam daun teh. Proses oksidasi ini lazim disebut fermentasi. Pemrosesan teh tidak menggunakan ragi dan tidak ada etanol yang dihasilkan seperti layaknya proses fermentasi yang sebenarnya. Pengolahan teh yang tidak atau kurang benar memang bisa menyebabkan teh ditumbuhi jamur yang mengakibatkan terjadinya proses fermentasi. Teh yang sudah mengalami fermentasi dengan jamur harus dibuang, karena mengandung unsur racun dan unsur bersifat karsinogenik.
Pengelompokan teh berdasarkan tingkat oksidasi terdapat 4, yaitu teh putih, teh hijau, teh hitam, dan teh oolong, namun dalam klasifikasi ini ledih dispesifikasikan pada jenis teh yang digunakan pada produk yang dibuat, yakni :
·         Teh putih
Jenis teh ini merupakan jenis teh terbaik karena untuk mendapatkannya, hanya diambil dari satu pucuk tiap satu pohon, yakni pucuk tertinggi dan utama. Kandungan antioksidan paling tinggi. Dalam prosesnya, daun teh dibiarkan layu secara alami sehingga warnanya menjadi putih. Teh yang dibuat dari pucuk daun yang tidak mengalami proses oksidasi dan sewaktu belum dipetik dilindungi dari sinar matahari untuk menghalangi pembentukan klorofil. Teh putih diproduksi dalam jumlah lebih sedikit dibandingkan teh jenis lain sehingga harga menjadi lebih mahal. Teh putih kurang terkenal di luar Tiongkok, walaupun secara perlahan-lahan teh putih dalam kemasan teh celup juga mulai populer.
·         Teh hijau
Daun teh tidak diberi kesempatan fermentasi (hampir tidak mengalami proses perubahan kimia). Biasanya pucuk teh diproses langsung dengan panas/steam untuk menghentikan aktivitas enzim sehingga sama seperti raw leaf (daun teh awalnya), karena itu selain warnanya masih hijau juga masih mengandung tanin yang relatif tinggi. Daun teh yang dijadikan teh hijau biasanya langsung diproses setelah dipetik. Setelah daun mengalami oksidasi dalam jumlah minimal, proses oksidasi dihentikan dengan pemanasan (cara tradisional Jepang dengan menggunakan uap atau cara tradisional Tiongkok dengan menggongseng di atas wajan panas). Teh yang sudah dikeringkan bisa dijual dalam bentuk lembaran daun teh atau digulung rapat berbentuk seperti bola-bola kecil (teh yang disebut gun powder).

Mutu teh merupakan kumpulan sifat yang dimiliki oleh teh, baik sifat fisik maupun kimianya. Kedua sifat ini telah dimiliki sejak masih berupa pucuk teh maupun diperoleh sebagai akibat teknik penanganan dan pengolahan yang dilakukan.Kandungan senyawa kimia dalam daun teh terdiri dari tiga kelompok besar yang masing-masing mempunyai manfaat bagi kesehatan, yakni:

1.Polifenol
Polifenol merupakan antioksidan jenis bioflavonoid yang 100 kali lebih efektif dari vitamin C dan 25 kali dari vitamin E. Manfaatnya:
·         Menurunkan kadar kolestesterol.
·         Menurunkan tekanan dan kadar gula darah
·         Membantu kerja ginjal dan mencegah terjadinya batu empedu
·         Memperlancar pencernaan
·         Melarutkan lemak dan mencegah kolesterol jahat
2.  Kafein
Unsur kafein dalam teh jumlahnya lebih sedikit dibandingkan kopi. Manfaatnya:
·         Bersifat sebagai mild stimulant pada sistem saraf pusat sehingga memperlancar sirkulasi darah ke otak.
·         Dengan minum teh secara teratur akan menaikkan tingkat ingatan, cognitive performance, feeling of pleasant dan mood.
3. Essential oil
Teh juga mengandung protein yang dirasakan besar peranannya dalam pembentukan aroma. Manfaatnya:
·         Melarutkan lemak
·         Memperlancar pencernaan dan peredaran darah.
Ada berbagai manfaat teh terhadap kesehatan, diantaranya:
·         Menurunkan resiko penyakit kanker
Berbagai studi menunjukkkan konsumsi teh berperan dalam menurunkan resiko penyakit kanker. Senyawa polifenol dalam teh mampu memberikan perlindungan terhadap zat karsinogenik. ECCG (epigallocatechin gallate) yang terdapat dalam teh hijau merupakan berupa senyawa aktif yang dapat berperan dalam mencegah terjadinya pemicu kanker.

Studi epidemiologis di Jepang menunjukkan penduduk yang mendiami daerah produsen utama teh hijau sangat sedikit tingkat kematiannya akibat kanker. Studi di Iowa, Amerika Serikat terhadap 35 ribu wanita pasca-menopause, melaporkan bahwa teh memiliki khasiat melawan kanker. Hasil studi tersebut menyimpulkan bahwa mereka yang mengkonsumsi minimal dua cangkir teh setiap harinya akan mengurangi resiko terhadap penyakit kanker kandung kemih (40%) dan kanker saluran pencernaan (68%) bila dibandingkan mereka yang tidak mengkonsumsi teh. Teh juga dapat mencegah dan menyembuhkan gangguan pada ginjal karena mampu menetralisir radikal hidroksil yang menyebabkan gangguan metabolisme protein pada ginjal.
·         Menurunkan resiko terjadinya penyakit kardiovaskular
Penyakit kardiovaskular antara lain terkait dengan kadar lipid (lemak) darah dan tekanan darah. Beberapa studi telah menunjukkan bahwa teh memiliki khasiat menurunkan resiko penyakit kardiovaskular dengan menurunkan kadar tekanan



Kerajaan:
Divisi:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Genus:
Spesies:
C. sinensis
Camellia sinensis
(
L.) Kuntze





BAB V
DAFTAR PUSTAKA

Jurnal
Devagaran, Thineshini dkk. 2010. Senyawa Immunomodulator Dari Tanaman. Skripsi. Fakultas Farmasi. Universitas Padjajaran.
Rarome, Mutiara Anna. 1994. Uji analgesik ekstrak etanol kering rimpang kencur (Kaempferia galanga L.) asal desa Purwodadi pada mencit dengan metode geliat.Karya Tulis. Fakultas Farmasi. UBAYA
Tjen, Koe Jun. 1994. Uji efek analgesik etil para metoksi sinamat yang diisolasi dari rimpang kencur (Kaempferia galanga L.) pada mencit dengan metode Witkin. Karya Tulis. Fakultas Farmasi. UBAYA
Djajakusumah, Tony S. 2010. THE ROLE OF IMMUNOMODULATOR IN THE TREATMENT OF SEXUALLY TRANSMITTED INFECTIONS. Karya Tulis. Fakultas Kedokteran. Universitas Padjajaran Bandung.
Artikel Media online
Internet
Ngenee. 2012. http://ngenee.blogspot.com/2012/04/1001-manfaat-jahe-untuk-kesehatan.html. (diakses pada tanggal 26 desember 2013)
Ngulas, 2013. http://ngulas.blogspot.com/2013/09/khasiat-teh-untuk-kesehatan-tubuh.html. (diakses pada tanggal 26 desember 2013)
Wikipedia, 2013. Camelia sinensis. http://id.wikipedia.org/wiki/Camellia_sinensis. (diakses pada tanggal 26 desember 2013)
Wikipedia, 2013. Jahe .http://id.wikipedia.org/wiki/Jahe. (diakses pada tanggal 26 desember 2013)
Dropfamous, 2013. http://dropfamous.blogspot.com/2013/09/manfaat-jahe.html. (diakses pada tanggal 26 desember 2013)
Wikipedia, 2013. Herbal Tea. http://en.wikipedia.org/wiki/Herbal_tea. (diakses pada tanggal 26 desember 2013)




































2 komentar:

  1. Salah satu imunomodulator yang dijual di Indonesia ya Stimuno untuk Balita. Yang sudah teruji secara klinis.

    BalasHapus
  2. Salah satu merk produk komersial yang membantu perbaikan sistem imun adalah Stimuno untuk balita/anak dan forte untuk dewasa. Sebagai imunomudulator, stimuno memiliki Kontraindikasi, yakni stimuno jangan (tidak boleh) diminum oleh wanita hamil, ibu menyusui, pasien dengan hipersensitivitas terhadap tanaman meniran (Phyllanthus niruri) dan pasien yang menderita penyakit autoimun.

    BalasHapus

Label